Bahasa, Seni, dan Budaya

Sabtu, 03 Juli 2010

LOMBA PERKEMAHAN PRAMUKA PENGGALANG (LP3) ANTAR PONDOK PESANTREN SE-SUMATERA IX TAHUN 2010



Usaha peningkatan mutu dan pembinaan Pramuka di Indonesia di mana pun yang kita lakukan adalah tetap sinergi dalam tema besar, bahwa gerakan Pramuka memiliki satu cita-cita menjadikan seluruh generasi muda mencintai bangsanya dengan berbuat nyata, benar-benar telah diwujudkan oleh Majelis Edukasi Gerakan Pramuka Antar Pesantren (Megatren) dengan mengadakan lomba kepramukaan khusus bagi Pondok Pesantren se-Sumatera ke IX pada Minggu (21/2) di Bumi Perkemahan Lanal Marinir Rancong, Batuphat, Lhokseumawe, yang dibuka Kamaruzzaman Asisten 2 Walikota Lhokseumawe

Beliau menyampaikan amanatnya bahwa pendidikan Pramuka sangat dibutuhkan oleh pemerintah dalam penyelamatan generasi bangsa dari pengaruh globalisasi, tindakan amoral, dan pemakaian obat-obat terlarang. Pramuka tidak ada diselimuti oleh politik dan seperatisme radikal keras.

Perkemahan antar Pondok Pesantren ini berlangsung dari tanggal 21-25 Februari 2010 dengan tuan rumah Pondok Pesantren Modern Misbahul Ulum Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe mengangkat tema Bina Ukhuwah Gali Potensi Raih Prestasi. Kegiatan harian yang meliputi 5 tahap antara lain: kelompok keagamaan, ketrampilan pramuka, keilmuan, penyuluhan tentang ketahanan dan bela Negara, dan donor darah. Perlombaan ini dirancang dan dikemas dalam Total Out Door Method yang menggunakan metode alam terbuka dengan harapan agar nantinya metode ini dapat mewarnai khazanah dunia pendidikan secara umum dan kepramukaan secara khusus. Masing-masing peserta mengikuti kegiatan lomba pengetahuan kepramukaan, bidang keagamaan, keilmuan, kesenian, dan permainan olah raga.

Dalam laporan saat upacara pembukaan, Kak Sarwoko, SH mengatakan bahwa perkemahan akbar dengan moto Alam Terbentang Jadikan Guru kali ini diikuti setiap pesantren mengirimkan wakil utusannya dua regu penggalang masing-masing regu 11 orang dengan 1 pembina 1 juri dengan jumlah peserta seluruhnya 600 orang.
Selain itu, tambah Ketua Pelaksana perkemahan ini dilaksanakan dengan maksud dan tujuan: menumbuhkembangkan bakat, minat, prestasi, semangat dan sportivitas para santri Pondok Pesantren se-Sumatera dalam kegiatan Pramuka, mengajak seluruh masyarakat Aceh khususnya dan lembaga pendidikan umumnya untuk semakin peduli terhadap pembinaan generasi muda dan kepramukaan dalam pembangunan dengan pengembangan metode-metode alam terbuka, serta meningkatkan kualitas pembinaan pramuka bagi santri dengan sasaran pengembangan mental, disiplin fisik, ilmu pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan.

Untuk mencapai sasaran dan tujuan Lomba Perkemahan Pramuka Penggalang (LP3) Se-Sumatera Ke IX Tahun 2010 ini, bumi perkemahan dibagi menjadi 10 camp. Pada setiap sub camp dibagi lagi 10 lagi dengan seorang leader dan leader staff. Dalam setiap campnya terdapat top leader yang tugasnya mengarahkan peserta dalam setiap kegiatan lomba.

Acara akbar ini ditutup pada Kamis (25/2) oleh Kamaruzzaman Asisten 2 Walikota Lhokseumaawe. Beliau mengucapkan banyak teimakasih pada panitia yang telah mengadakan acara akbar ini dan secara positif menilai kegiatan sukses dilaksanakan. Dalam acara penutupan ini ditampilkan tarian-tarian daerah dari Gayo Lues yang dibawakan oleh Ponpes Darul Iman Kabupaten Aceh Tenggara, tari Didong dari Ponpes Kabupaten Bener Meriah, tarian adat Minangkabau dari Ponpes Al Manar Banda Aceh, dan tarian Tortor/Onang-onang dari Ponpes Al Abrar Padangsidempuan, Tapanulis Selatan, Sumatera Utara.

Pada akhir acara, kegiatan pemberian cindera mata dan pembagian hadiah bagi peserta yang menang dalam perlombaan. Juara umum 1 Ponpes Al Manar Dua Banda ACeh, 2, Ponpes Al Manar Satu Banda Aceh, dan 3 Ponpes Gontor 10 Aceh Besar.


"Telah dimuat di SKU haba Rakyat, Langsa-Aceh Indonesia, edisi 92 Minggu Keempat Maret 2010, hlm 8

PDBI LHOKSEUMAWE GELAR PENATARAN PELATIH DRUM BAND TINGKAT PRATAMA SE-ACEH 2010



Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya Pelatih Drum Band yang ada di daerah Aceh, Pengurus Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Lhokseumawe mengadakan kursus pelatihan bagi Pelatih Drumb Band se-Aceh yang dipusatkan di aula Yapena PT Arun Lhokseumawe, Jumat (26/2)
Kegiatan penataran pelatih drum band tingkat pratama ini turut dihadiri unsur pimpinan PDBI di antaranya Tantawi Ketua Harian Koni Provinsi Aceh, Nurdin Ketua PDBI Provinsi Aceh, Muhammad Ismail, M.Si. Ketua PDBI Kota Lhokseumawe, dan Erwin Syafruddin Pengurus Pusat PDBI Wilayah Sumatera.

Dalam amanatnya ketika membuka acara ini, Ketua Harian Koni Provinsi Aceh mengatakan bahwa penataran ini dilaksanakan kali yang pertama ini di Aceh, dan dipusatkan di Lhokseumawe. Beliau juga mengaharapkan kepada masing-masing pelatih di daerah yang ikut kegiatan ini bisa bertambah pengetahuannya tentang bagaimana mengelola dan menjalankan kegiatan drum band di daerah masing-masing, mempunyai dasar yang kuat dalam melaksanakan kepelatihan drum band bagi peserta didik sesuai dengan SK 17/2004.

Selain itu, kegiatan yang berlangsung dari 26-28/2 ini, menurut Asep Rachmat Mulyana Sekum PDBI Kota Lhokseumawe, diikuti pengurus PDBI Banda Aceh, Lhokseumawe, Bireuen, Langsa, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang, dengan peserta sebanyak 42 orang dengan jumlah peserta terbanyak 21 orang dari PDBI Lhokseumawe. Kegiatan ini dipusatkan di Lhokseumawe karena Kota Lhokseumawe sekarang ini telah dianggap sebagai barometer kemajuan pembinaan drum band yang ada di Aceh sekaligus untuk melegitimasi pelaksanaan kegiatan drum band di daerah.

Lebih lanjut beliau katakan bahwa penataran pelatih drum band ini diisi nara sumber dari PDBI Sumatera Utara Fakhrurrazi dan Apri Sugiarto, serta Pengurus Pusat PDBI Wilayah Sumatera yang memberi materi pelatihan di antaranya “Pemahaman Petunjuk Teknis Drum Band SK 17/2004, Dasar Aransement Musik, Teknik Dasar Alat Tiup, Teknik Dasar Perkusi, Teknik Dasar Display” dan pada hari terakhir kegiatan diisi dengan praktek langsung di lapangan komplek Arun, Minggu (28/2) dari pagi hingga petang hari oleh semua peserta.

"Telah dimuat di SKU haba Rakyat, Langsa-Aceh Indonesia, edisi 92 Minggu Keempat Maret 2010, hlm 1

KONGRES GURU INDONESIA 2010


Menteri Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh DEA
melakukan pemukulan gong menandai dimulainya Kongres Guru
Indonesia 2010 di Balai Kartini Jakarta pada Kamis (20/5)



Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kebangkitan Nasional, Sampoerna School of Education menyelenggarakan kegiatan akbar berkenaan dengan guru,Kongres Guru Indonesia dari 20-21 Mei 2010 di Balai Kartini Jalan Gatotsubroto Jakarta yang dibuka dengan pemukulan gong oleh Menteri Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh DEA pada pukul 10.20

Dalam amanatnya beliau mengajak para guru senantiasa bekerja sama mendidik siswa dengan hati nurani sehingga hasil didikan benar-benar tercapai dan berdaya guna. Tercapainya masa depan yang berkelanjutan haruslah menjadi komitmen yang mendasari kinerja guru-guru Indonesia saat bekerja sama bersama siswa untuk membangun untuk nilai-nilai, pengetahuan, dan keahlian yang dapat diterapkan untuk membangun lingkungan secara berkelanjutan, menjaga hal-hal yang bermakna untuk memastikan bahwa generasi penerus dapat menikmati hasil positif dari apa yang dikerjakan saat ini.

Sementara itu, Ketua STKIP Kebangkitan Nasional Sampoerna School of Education Prof. Dr. Paulina Pannen mengatakan bahwa Kongres Guru Indonesia yang keempat tahun 2010 mengusung tema “Preparing Educators for a Changing World: Education for Sustainable Development yang mempersiapkan guru masa depan yang berkualitas dan mampu menjadi pemimpin dalam profesinya untuk mencapai cita-cita pendidikan berkelanjutan di tanah air.

Pendidikan memegang peranan penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan mencapai millenium development goals (MDGs) maka PBB menetapkan tahun 2005-2014 sebagai dekade pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (education for sustainable development / ESD). ESD adalah proses, perspektif, sikap, dan aksi. Proses belajar yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk berdebat, diskusi, melakukan refleks , mengembangkan ide baru, bersahabat dengan bumi, dan menjaga perdamaian antar penduduknya.

Kegiatan KGI mendapat dukungan dari British Council, Basic Education Capacity Trust Fund (BEC-TF), Exxon Mobil Mobil Cepu LTD, Mercy Relief, DBS, OSU, Sida, Rambol, WWF, Seputar Indonesia, Kompas.Com. diharapkan dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran yang berkontribusi terhadap pengembangan guru secara professional, serta peningkatan kualitas pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan di tanah air, dan memperkuat visi, misi, dan komitmen kita bersama untuk masa depan yang berkelanjutan.



Kongres Guru Indonesia yang berlangsung dua hari ini menampilkan nara sumber dari dalam dan luar negeri, di antaranya Shivani Jain Senior Programme Coordinator Networking and Capacity Building at Centre for Environment Eucation, India, Mae Chu Chang Coordinator of Indonesia Human Development Unit and Lead Education Specialist of East Asia and Pacific Regional World Bank, Man Gon Park Chairmand and Head Professor Departement of Advanced Information Science and Technology Pukyang National University Rep of Korea, Joel E Bacca Compass Schools Network, Daniel Hoinacki Program Coordinator Sustainable Communitas Program Oregon State University Extension Service, dan Kenneth J Cook Director of Sampoerna School of Education Outreach yang dilaksanakan dalam sesi parallel dan pleno. Selain itu kegiatan diskusi panel, sesi presentasi poster, workshop, dan consensus. Acara kongres berlangsung dengan 10 sidang pleno, 10 sidang paralel, 5 diskusi panel dan 5 workshop masing-masing untuk kepala sekolah, guru TK dan SD, guru SMP dan SMA, pendidik informal, dan guru sekolah kejuruan berlangsung di rungan Teater Nusa Indah, Mawar, dan Raflesia.

Pada sidang pleno pertama yang berlangsung di ruangan Teater Nusa Indah, Silvani Jain membahas topik Teaching and Learning Perspective on ESD. Pakar pendidikan India itu mengatakan bahwa belajar adalah proses penemuan sendiri akan segala sesuatu di sekitar kita. Fokus dari kualitas belajar adalah selalu belajar. Seorang guru yang baik harus menjadi seorang pembelajar yang baik juga. Dengan demikian, untuk memperbaiki proses pembelajaran dalam dunia pendidikan formal, memahami belajar, apa itu belajar, dan bagaimana belajar itu berlangsung. Melalui pengalaman, seorang anak sepertinya haus untuk belajar sepanjang waktu. Oleh karenanya kita harus memberikan waktu ekstra pada siklus belajar dan menganalisanya dalam rangka strategi pembelajaran yang lebih baik. Menurut beliau, konsep pendidikan pembelajaran berkelanjutan selalu berubah sesuai kebutuhan, belajar diupayakan menciptakan manusia mampu berpikir kritis, mengubah cara berpikir dengan ESD, dan belajar untuk pengambilan keputusan bersifat sosial dan ekonomi. Dalam pelaksanaan ESD ini yang ditekankan adalah belajar bukanlah mengajar.

Pleno kedua menampilkan pembicara M Zamiel El Muttaqien dari Pondok Pesantren Annuqayah Madura dengan topik Menggerakkan Siswa Menyiapkan Masa Depan yang Berkelanjutan, Fisiyanti Harahap dari Gagasceria Bandung yang membahas Gagasceria Special Week, Pengalaman Siswa SD Gagasceria untuk Berkontribusi Aktif bagi Komunitas, dan Wahyu EN Repi dari SMA 7 Manado mengangkat topik Potensi Limbah yang Memiliki Multifungsi.

Pesantren Annuqayah menurut Muttaqien senantiasa menjalankan peran kependidikan Islam dan pengembangan masyarakat. Sinergi di antara peran kependidikan dan sosial tersebut menciptakan kerangka kelembagaan yang mampu menopang pembelajaran para siswa sehingga berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, masyarakat, dan ekonomi. Di kelas mereka belajar teori, di luar kelas menerapkan teori dengan membuat laboratorium sederhana berdasarkan kebutuhan masyarakat sekitar, mengkaji teori yang terkait dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dengan menggerakkan siswa menerapkannya secara langsung di lapangan.

Gagasceria Special Week memberi gambaran keutuhan dan kebenaran pendidikan yang diterapkan di setiap lembaga. Anak berpartisipasi aktif dalam komunitas masyarakat dengan mengaplikasikan apa yang dipelajarinya di kelas. Anak melakukan kegiatan sosial dengan tema Social Service Learning dan tema Kewirausahaan. Anak belajar dari awal, proses, dan akhir apa yang dikerjakan di lapangan. Anak belajar membaca peluang dan membuat usaha. Semua guru mata pelajaran terlibat aktif. Dengan bimbingan guru bahasa anak belajar membuat proposal, dengan guru IPS mereka belajar mengajukan peminjaman modal ke bank sekolah / koperasi, dengan guru KTK siswa belajar membuat keterampilan yang berguna, dengan guru matematika mereka belajar menghitung laba rugi dari hasil pembelajaran, dan membuat laporan dengan bimbingan guru bahasanya.
Diskusi panel Penghitungan Ecological Footprint melalui Komponen Food Footprint Remaja Kota Bandung Berdasarkan Pola Makan Sehari-hari sebagai Upaya Penyadaran Diri Terhadap Penghematan Sumber Daya Alam berlangsung di ruang Mawar 1 dengan R. Yanti Rubiyanti sebagai pembicara.

Sementara itu di sidang pleno 3 Mae Chu Chang dari World Bank mengangkat topic Supporting Teacher Reform in Indonesia. Coordinator of Indonesia Human Development Unit and Lead Education Specialist of East Asia and Pacific Regional World Bank ini menitik beratkan permasalahan yang harus jadi perhatian utama dalam dunia pendidikan tentang managemen tenaga pendidik yang dilakukan secara efektif . ini menjadi poin penting untuk mengembangkan system pendidikan nasional di Indonesia. Secara khusus beliau mengatakan ini sangat penting untuk menciptakan praktik pengajaran yang kompeten, termotivasi, dan berkualitas tinggi. Moral dan komitmen dari guru-guru di Indonesia dipengaruhi secara signifikan dengan bagaimana pemerintah mengelola system perekrutan, pelatihan awal, penempatan, pengembangan professional, mutasi, kenaikan jabatan, penghargaan, dan pengawasan baik dari sisi profesi maupun administarasi.
Man Gon Park di pleno 4 membicarakan Sustainable Human Resource Devlopment in Education. Chairmand and Head Professor Departement of Advanced Information Science and Technology Pukyang National University Rep of Korea ini memfokuskan kepada isu penting mengenai SDM di Asia Pasifik, dilemma, dan implikasinya terhadap SDM yang berkelanjutan. Masalah ini juga menekankan peran penting SDM dalam menghadapi tantangan regional menuju SDM berkelanjutan dan menghadapi perubahan yang terjadi dalam bidang demografi, pemasaran tenaga kerja, dan teknologi lingkungan.

Dalam diskusi panel 2 di ruang Mawar 1 Daniel Hoynacki, Program Coordinator Sustainable Communitas Program Oregon State University Extension Service, memberikan wawasan baru yang berguna untuk memajukan pendidikan di Indonesia di antaranya memberdayakan sumber daya professional di lingkungan untuk berkomunikasi dan mendemonstrasikan praktik pembelajaran di lingkungan nyata, memberdayakan proyek dengan komunitas untuk memajukan etika kerja, dan menawarkan pembelajaran parsial dan pembelajaran lanjutan untuk pemuda yang memiliki potensi karir dan kepemimpinan.
Di pleno 8, Daniel berbicara tentang Connecting Classroom for Sustainable Future: Insights from Research and Practice, setiap sekolah memberikan pengalaman yang beraneka, dengan ESD mereka akan difasilitasi untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan antar teman secara kualitas kepemimpinan. Keuntungan dari kerja sama antar komunitas dengan menggunakan komunikasi tradisional atau teknologi dapat menghasilkan sesuatu yang lebih berarti.

Sementara itu, Ida Dewa Ayu Istri Agung Darmapatni, menampilkan tema Exploring Global Sustainability Issues in the Secondary Classroom: Some Hands-on Activities for Teaching. Beliau mengulas tentang pentingnya ESD bagi dunia pendidikan saat ini. Pakar MYP Coordinator Sinarmas World Academy mengatakan bahwa penerapan ESD merupakan tugas besar dan melibatkan banyak pihak. Pendidikan formal berperan penting dalam penerapan ESD. Ada empat pilar utama untuk memulai ESD yaitu 1) meningkatakan pendidikan dasar, 2)reorientasi pendidikan yang ada menuju pengembangan yang berkelanjutan, 3)mengembangkan pemahaman dan kesadaran public, 4) pelatihan.
Beliau juga mengajak peserta dan kita semua untuk mengetahui hal-hal yang tidak mampu membimbing siswa dalam bertindak. Tetapi menu yang akan kita hidangkan , sebagai koki harus mampu mendorong siswa untuk mengambil tindakan nyata. Tindakannya haruslah berkelanjutan. Proses saling berbagi, diskusi, dan perencanaan akan mendapat peran penting bagi terlaksananya sebuah tindakan, di mana kita perlu mempertimbangkan tingkat kesulitan dan keterlibatan komunitas sekolah.

Ronald Stones OBE Director of the Green School Project dalampleno terakhir mengetengahkan sebuah model pembelajaran yang cukup menarik untuk ditindaklanjuti oleh setiap guru yang menginginkan keberhasilan dalam mendidik siswanya “ A Model for Environmental Sustainability in Education: Work in Progress. Metode yang dikemukakan sangat relevan dengan pendidik yang memiliki ketertarikan terhadap model pendidikan holistic atau yang memiliki komitmen untuk membangun keberlangsungan lingkungan alam.

Pada acara terakhir, Kenneth J Cook Director of Sampoerna School of Education Outreach selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih pada semua guru terbaik bangsa yang telah hadir dalam Kongres Guru Indonesia keempat ini dan para nara sumber nasional dan internasional yang telah bersedia mengkaji berbagai peran yang dilakukan pendidik dalam dunia pendidikan di Indonesia yang yang terus berubah, juga atas upaya mencari dan menemukan berbagai metode dan proses terbaik yang merefleksikan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Beliau juga berharap kepada semua peserta agar membawa apa yang didapat dari kongres dan menggunakannya untuk mengkaji bagaimana peserta sebagai pendidik dapat bergerak maju menuju masa depan yang berkelanjutan.


Kongres Guru Indonesia keempat tahun 2010 ini menghasilkan consensus yang direkomendasikan antara lain :
1. Agar kosep Education of Sustainable Development (ESD) dapat diterapkan pada semua level pendidikan demi tercapainya pendidikan yang berkualitas, maka kita harus:
• Menyiapkan dan merencanakan pendanaan dan sumber daya
• Mengintegrasikan ESD ke dalam kebijakan pembangunan nasional
• Mengintegrasikan ESD ke dalam kerangka anggaran nasional
2. Kita dapat meningkatkan peran pendidikan dasar dalam penerapan ESD dengan cara:
• Mengutamakan akses terhadap pendidikan usia dini sebagai titik awal proses belajar sepanjang hayat menuju masa depan yang berkelanjutan
• Memupuk ketahanan social dan kesadaran lingkungan berdasarkan rasa saling membutuhkan dan kemampuan berpikir kritis
• Memperkuat landasan dalam aspek kehidupan melalui pengembangan rasa hormat pada diri sendiri, orang lain, dan lingkungan
3. Strategi yang paling tepat untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pembangunan berkelanjutan di Indonesia adalah:
• Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tujuan dari terbentuknya kehidupan yang berkelanjutan dan meningkatkan pengetahuan serta kemampuan mereka untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan ESD
• Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai isu-isu yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan
• Mendorong lebih jauh peran dan kontribusi media dalam memupuk kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai isu-isu pembangunan berkelanjutan
• Melatih masyarakata agar sadar media dan mampu menganalisa pesan yang dibawanya
4. Kita dapat mengintegrasikan ESD ke dalam pelatihan, pendidikan kerjuruan, dan pelatihan kerja dengan:
• Melibatkan masyarakat sipil, sector swasta dan negeri, LSM, dan para pihak
• ESD harus menjadi bagian yang integral dalam pelatihan para pemimpin dunia usaha, industry, serikat dagang, organisasi non profit, dan sukarelawan serta layanan public
5. Kita memupuk kaum muda agar mengembangkan dan meningkatkan rasa memiliki ESD beserta isu-isu dan pertanyaan yang dibawanya dengan:
• Memastikan akses kaum muda terhadap berbagai bentuk pendidikan yang sesuai, menyediakan struktur pembelajaran alternative, menerapkan metode-metode inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan praktikal
• Mendirikan unit kerja yang melibatkan kaum muda, berserta organisasi kepemudaan non pemerintah, dan secara spesifik menjadikan kaum muda sebagai target terkait isu-isu kritis dunia kepemudaan
• Menjalin kerja sama dengan beragam organisasi dan kementrian yang relevan termasuk di dalamnya perwakilan kaum muda untuk mengembangkan dan menerapkan strategi dalam membuat lapangan pekerjaan alternative dan menyediakan pelatihan-pelatihan bagi kaum muda.

"Telah dimuat di SKU haba Rakyat, Langsa-Aceh Indonesia, edisi 98 Minggu Kedua Juni 2010, hlm 13

"STAIN MALIKUSSALEH DAN IAIN SUMATERA UTARA SELENGGARAKAN SEMINAR INTERNASIONAL"

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikussaleh bekerja sama dengan Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara pada Sabtu pagi (6/2) menyelenggarakan Seminar Internasional Pendidikan Islam di Gedung Serba Guna Multipurpose Building, PT Arun, Batuphat, Lhokseumawe.

Kegiatan akbar bidang pendidikan ini mendapat dukungan penuh dari PT Arun NGL, Exxon Mobil Oil, PT Pupuk Iskandar Muda, Bank BPD Aceh dan Pemko Lhokseumawe mengangkat tema Pendidikan Islam dan Tantangan Globalisasi.

Seminar sehari yang dimulai pukul 09.00 WIB dengan diawali pembacaan ayat suci Al Quran yang dibacakan Tgk Rasyidin S.Pd. dan doa Tgk Asnawi dari Cunda Lhokseumawe, menampilkan nara sumber antara lain: Ustazd Doromae Paselo Ketua Umum Persatuan Kuliah Islam Selatan Thai (Perkuis) Thailand, Drs. Abdul Halim Bin H. Ismail Ibnu Sayiddinaa Al Garna Tammadun ( Asia) Pusat Pengajian Ilmu Kemanusiaan (PPIK) University Sain Malaysia P. Pinang Forkim MT GT, USM, Malaysia, Prof. Hasan Asa’ari, M.A Wakil Rektor IAIN Sumut, Prof. Dr. Syafaruddin, M.Pd. Dosen PPS IAIN Sumut, Dr. Fahruddin, M.A. Dosen IAIN Sumut, Prof. Dr. Abdul Mufti, M.A. Dosen PPS IAIN Sumut, dan Drs. Hafifuddin M.Ag. Ketua STAIN Lhokseumawe.

Dalam laporannya, Nurdin Yasin selaku Ketua Panitia Seminar menyampaikan harapan bahwa hasil dari seminar ini diharapkan dapat menjadikan tolak ukur umat Islam di dalam alam global dan menemukan solusinya bagaimana agar umat Islam dapat mengimbangi lajunya arus globalisasi masa sekarang ini serta semua hasil seminar ini akan diedarkan dan dapat diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat.

Drs Hafifuddin,M.Ag mengemukakan pemikirannya saat membuka acara ini. Beliau mengatakan seminar global ini diibaratkan seperti kuda yang berlari kencang. Sang joki naik di atas pelana dengan posisi duduk ke arah depan menuju suatu tujuan yang tepat dan pasti. Kita selaku umat manusia jangan ikut kuda itu dari ekornya saja. Kalau itu yang dilakukan, yang kita dapat hanyalah bau buntutnya saja. Sebenarnya Allah telah berfirman dalam Al Quran Islam adalah sebagai rahmatan lilalamin.

Acara seminar internasional strategi pendidikan Islam dalam pemberdayaan sumber daya manusia dilakukan dengan dua sesi. Sesi pertama dengan Ketua Nurdin Yasin nara sumber Dr. Fakhruddin dan Ustazd Doromae Paselo, serta Prof. Dr. Mufti sebagai penanggap. Sedangkan sesi kedua diisi nara sumber Drs. Abdul Halim Bin H. Ismail, Prof. Safaruddin, M.Pd. dan Prof. Dr. Hasan Asa’ari diketuai Nazaruddin.

Para audians memberi banyak masukan dalam seminar ini lewat tanggapan-tanggapan yang disampaikan dan diresume oleh para nara sumber dengan mengambil kesimpulan: kurikulum mata pelajaran eksak Biologi, fisika, matematika, fisika diusulkan masuk dalam pelajaran agama Islam dan jangan ada perbedaan kurikulum sekolah umum dengan sekolah dari Depag agar dapat mengimbangi arus globalisasi yang kiat pesat dan terus merasuk dalam kehidupan nyata.

"Telah dimuat di SKU haba Rakyat, Langsa-Aceh, Indonesia, edisi 91 Minggu Kedua Februari 2010, hlm 8

SMU 5 LHOKSEUMAWE GELAR TEMU KARYA PENEGAK 2010

Untuk memasyarakatkan kegiatan Pramuka Penegak bagi masyarakat khususnya kaum muda dan meningkatkan prestasi anggota Pramuka di wilayah Kota Lhokseumawe, SMA 5 Lhokseumaawe mengambil inisiatif menggelar Temu Karya Penegak 2010, Sabtu (30/1) di Bumi Perkemahan Lapangan Bola Paya Punteut, Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe.
Kegiatan perkemahan dua hari yang diikuti 200 peserta Penegak dan Pembina ini dibuka secara resmi oleh Bapak Koramil Muara Dua setelah lebih dulu dilakukan pengibaran bendera Merah Putih oleh Saka Bahari Lhokseumawe. Selaku Pembina Upacara, Kak Didik, berpesan agar Temu Karya Penegak Kota Lhokseumawe ini menjadi pemacu generasi muda mengisi kehidupannya dengan kegiatan bermanfaat dan dapat menjadi ujung tombak pembangunan bangsa ke depan. Pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang positif yang perlu mendapat dukungan pemerintah daerah, dan mengharapkan agar anak-anak muda yang ikut dalam kegiatan Pramuka, khususnya yang ikut dalam perkemahan Temu Karya Penegak tahun 2010 ini dapat menjadi penerus bangsa yang jauh dari narkoba dan teladan bagi generasi muda lainnya dalam mengisi waktu luang dengan kegiatan positif.
Sementara itu, Kak Sabar Simbolon, selaku Ketua Pelaksana kegiatan menyampaikan laporannya bahwa kegiatan Temu Karya Penegak 2010 ini diikuti anggota Pramuka Penegak yang terbagi dalam 18 Gudep Pa/Pi yang berasal dari 10 sekolah SMA yang ada di Lhokseumawe dan Aceh Utara seperti SMA 1, 3, 5, SMK 3, SMK Karya Beringin, SMA Nisam Antara, MAN Lhokseumawe, SMA Swasta Yapena, Misbahul Ulum, serta Saka Bahari. Kegiatan akbar awal tahun ini diisi dengan berbagai materi lomba, baik untuk penegak putra maupun putri di antaranya Paskibra, Teknologi dan Komputer, Senitari, Pionering, Design grafis, LKBB resmi, P3K, dan Karapan sapi,
Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta berusaha menampilkan yang terbaik buat gudep masing-masing. Teriknya mentari tidak begitu mereka rasakan. Semuanya tampak enjoy dan menyenangkan dalam mengikuti setiap materi lomba. Ada yang lucu, menggelikan, dan menarik simpati kakak-kakak Pembina yang menilai kegiatan tersebut. Terlebih saat peserta mengikuti kegiatan pioneering. Selain kekompakan sangga, juga dituntut kerapian dalam mengikat tali pada stok yang digunakan dengan memperhitungkan waktu yang disediakan.
Pada Minggu sore (31/1) kegiatan akbar Temu Karya Penegak 2010 ini ditutup secara resmi oleh Camat Muara Dua sekaligus memberikan hadiah bagi juara umum putra MAN Lhokseumawe dan juara umum putri SMA Swasta Yapena. Dalam kata pisahnya Kak M Rizal mengatakan bahwa dirinya merasa bangga melihat adik-adik Pramuka yang mengikuti kegiatan ini dan mengharapkan kegiatan ini dapat berkesinambungan, adik-adik Pramuka Penegak dan Saka Bahari tidak ikut-ikutan meniru anak muda lainnya yang tidak aktif mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif. Yakinkan pada diri sendiri, selagi masih muda tingkatkan terus kegiatan penunjang prestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi. Semoga........!

"Telah dimuat di SKU haba Rakyat, Langsa-Aceh, Indonesia, edisi 91, Minggu Kedua Februari 2010, hlm 8

"PRAMUKA PESANTREN AKAN ADAKAN KEGIATAN LP3 (LOMBA PERKEMAHAN PRAMUKA PENGGALANG) SE-SUMATERA 2010"

Majelis Edukasi Gerakan Pramuka Antar Pesantren (Megatren) merencanakan sebuah kegiatan besar Perkemahan Antar Pesantren Se-Sumatera ke-IX tahun 2010 ini yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Rancung di areal Marinir Lanal Lhokseumawe.
Untuk mewujudkan itu semua, Rabu (3/2) Misbahul Ulum, Panitia Pelaksana, Dewan Kerja Cabang, Kwarcab Lhokseumawe dan unsur Muspika Muara Satu mengadakan pertemuan di Aula Kantor Camat Muara Satu Lhokseumawe membahas persiapan-persiapan yang akan dilakukan demi suksesnya penyelenggaraan even besar tersebut.
Dalam pertemuan itu , Kak Sarwoko selaku Ketua Pelaksana Perkemahan Antar Pesantren, mengatakan di hadapan Muspika Muara Satu Lhokseumawe, Kak T.Ruslan dan Kak Sukri dari Kwarcab Lhokseumawe, Kak Fajar dari DKC, Kak Iskandarsyam dari Kwaran Muara Satu, Kak Kapten Ali Ridho Wakil Danlanal Lhokseumawe, dan Kak Lettu Ronald L dari Paspot Mar, bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 s.d. 27 Februari 2010 di Bumi Perkemahan Rancung Batuphat, Lhokseumawe. Sebagai tuan rumah adalah Pondok Pesantren Misbahul Ulum Desa Paloh Kecamatan Muara Satu Lhokseumawe.
Lebih lanjut beliau mengatakan kegiatan perkemahan antar pesantren ini melibatkan sedikitnya 40 dewan juri yang berasal dari Alumni Pesantren Gontor, memiliki sasaran yang hendak dicapai demi kemajuan kegiatan kepramukaan di antaranya: meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT, mengembangkan pengetahuan bagi kemajuan Gerakan Pramuka di Gudep masing-masing khususnya dan tanah air umumnya, meningkatkan rasa solidaritas dan ukhuwah islamiyah tanpa membedakan golongan ras dan suku bangsa, serta sebagi proses peningkatan disiplin lebih positif.
Sebagai yang memfasilitasi kelancaran perkemahan, Kak Lettu Ronald L Paspot Mar dengan bantuan Kwarcab Lhokseumawe dan DKC sangat mendukung terselenggaranya kegiatan perkemahan yang diadakan setiap 2 x setahun ini. Beliau juga menambahkan bahwa setiap bulan Februari perkemahan khusus untuk penggalang putra dan Oktober untuk penggalang putri, dan ini sudah menjadi kalender tetap yang sudah berlangsung sejak tahun 2001.
Di akhir pertemuan, Perwira Angkatan Laut ini berujar bahwa kegiatan akbar antar pesantren se Sumatera tahun ini mengangkat tema Bina Ukhuwah Gali Potensi Raih Prestasi dan berharap bisa terlaksana dengan baik berkat kerjasama semua pihak yang terlibat dalam perkemahan ini sehingga moto yang disandang Alam Terbentang Jadikan Guru dapat terwujud dan berhasil dengan sukses. Panitia telah siap menunggu kehadiran adik-adik Pramuka Penggalang yang akan ikut dalam acara nanti.
Setelah pertemuan usai, dilanjutkan seluruh panitia meninjau langsung bumi perkemahan, melihat kondisi lapangan yang akan digunakan dalam ajang perkemahan nanti. Selamat datang adik-adik Penggalang, selamat bertemu di bumi perkemahan..! Jayalah Pramuka Jayalah Indonesia...!!!

"Telah dimuat di SKU haba Rakyat, Langsa-Aceh, Indonesia, edisi 91 Minggu Kedua Februari 2010, hlm 8

Jumat, 02 Juli 2010

"OSIS SMA YAPENA GELAR FESTBAND 2010"

Untuk mengurangi kenakalan remaja dan menyalurkan kemampuan bakat seni siswa, OSIS SMA Yapena pada Minggu (24/1 2010) menggelar acara akbar tahunan Festival Band 2010 di gedung Multipurpose Building PT Arun, Batuphat, Lhokseumawe.
Acara yang dimulai pukul 09.00 diawali laporan Ketua Pelaksana Festival Band 2010. Dalam laporannya Rizka Haresti mengatakan lomba kali ini diikuti 18 group band yang tergabung dalam OSIS Yapena. Group-group band tersebut merupakan gabungan group siswa kelas 1-3 SMP dan SMA.

Lebih lanjut Ketua Pelaksana yang juga siswi kelas XI SMA Yapena mengutarakan ajang lomba ini sebagai ajang kreativitas para siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam bidang seni sekaligus mencintai seni khusus bagi generasi muda harapan bangsa. Selain sebagai pengisi waktu luang dengan kegiatan positif, juga sebagai pelepas rasa penat siswa kelas akhir yang selama ini berkutat dengan butir soal-soal tes bimbingan studi yang dilaksanakan Bima.

Di sela-sela ajang lomba, Erwin Syafruddin, Pembina Kesenian SMA Yapena mengatakan kegiatan yang telah dimulai sejak tahun 1987 ini mendapat sambutan dan sikap positif dari semua pihak, baik Management PT Arun, Yapena, dan orang tua siswa serta kesiapan para siswa dalam menerima pengetahuan music dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, mulai dari pengenalan tangga nada, not balok, rangkaian akord, dan aplikasinya pada alat music.

Arancer music marching band terbaik Indonesia ini juga berharap agar kegiatan lomba yang menampilkan lagu wajib “ Walau Habis Terang, Akhir Penantian, Astaga, Sahabat Jadi Cinta, dan Sebelah Mata” bisa lebih eksis lagi, untuk tahun mendatang tidak hanya diikuti peserta dari Yapena saja, tetapi bisa diikuti peserta lain dari sekolah yang ada di kota Lhokseumawe.

Harapan senada juga dilontarkan salah seorang peserta Husnan Zuhri yang menyampaikan bahwa semua peserta senang apalagi untuk menunjang keberhasilan di masa yang akan datang. Ya setidaknya sebagai bekal persiapan untuk terjun ke dunia music sesungguhnya secara total setamat SMA nantinya.

Pada akhir acara, Bapak Maimun Yusuf mewakili management PT Arun dan Yapena berkesempatan memberikan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang dengan harapan agar para juara yaitu juara 1 group band Squidward, juara 2 group band Nine Sinst, dan pemenang 3 gorup Blaster tidaklah cepat merasa puas dan berusaha menampilkan kreativitas lainnya sebagimana pemusik andalan di tanah air pada masa yang akan datang.

" Telah dimuat di SKU haba Rakyat, Langsa-Aceh, Indonesia, edisi 90, Minggu Pertama Februari 2010, hlm 8