Bahasa, Seni, dan Budaya
Minggu, 20 November 2011
Reuni SMEP-SMEA Negeri Langsa
Alangkah indahnya masa SMA di mana kita bisa bercanda tawa menghadapi rintangan di depan. Begitulah yang dirasakan mantan siswa SMEP-SMEA Negeri Langsa ketika menggelar acara reuni IV angkatan 1970-1979 di Arun Family Executif Club Lhokseumawe (19/11)
Menurut Muhammad Azhari Hasibuan ketua pelaksana reuni SMEP-SMEA dalam perbincangan dengan haba Rakyat mengatakan, reuni kali ini diikuti 40 pseserta, umumnya mereka telah berusia senja dan berkarya di berbagai bidang pekerjaan, menghadirkan guru senior mereka yang telah berusia 79 tahun Ali Asri.
Kesempatan langka ini dimanfaatkan dengan baik oleh Drs. Ali Asri, memberikan banyak wejangan atau nasihat yang berguna, namun masih diselingi canda tawa sama ketika masih mengajar dahulu, dan mohon diperbanyak maaf atas kesalahannya
Sementara itu, M. Natsir Mahmud seorang di antara mereka mengatakan bahwa reuni ini untuk evaluasi, mengetahui keberadaan teman, mengekalkan persahabatan kembali sewaktu sekolah dahulu, agar bisa berhubungan kembali, katanya mengakhiri
Sabtu, 28 Agustus 2010
Perampok-perampok Badut
Woi….perampok-perampok badut
Kau tak takut
Meregang maut
Demi sejengkal perut
Segala harta kau catut
Masuk ke setiap sudut
Meski ramai menyemut
Menghadangmu tuk merebut
Harta melimpah berperut-perut
Aksimu terekam di layar kaca
Disaksikan berjuta pasang mata
Kau guncang dunia
Kau kejutkan nyali jiwa
Kau tegur nadi nestapa
Kau hidupkan lentera
Lentera kecil lain makna
Yang buat cerita
Kisah anak manusia
Padahal kau juga anak bangsa
Yang perlu diperlakukan sama
Seandainya kurcaci-kurcaci sadar
Tak mengumbar kepongahan berakar
Tak sendiri nikmati roti bakar
Membagi rata rezeki setiap ikrar
Dan….
Keluargamu tak lapar
Mungkin matahari kan berbalik arah
Hingga kau tak berulah
Dan bulir-bulir kasih tak resah
Menghirup udara demi tujuan searah
Lhokseumawe, 27 Agustus 2010
Kau tak takut
Meregang maut
Demi sejengkal perut
Segala harta kau catut
Masuk ke setiap sudut
Meski ramai menyemut
Menghadangmu tuk merebut
Harta melimpah berperut-perut
Aksimu terekam di layar kaca
Disaksikan berjuta pasang mata
Kau guncang dunia
Kau kejutkan nyali jiwa
Kau tegur nadi nestapa
Kau hidupkan lentera
Lentera kecil lain makna
Yang buat cerita
Kisah anak manusia
Padahal kau juga anak bangsa
Yang perlu diperlakukan sama
Seandainya kurcaci-kurcaci sadar
Tak mengumbar kepongahan berakar
Tak sendiri nikmati roti bakar
Membagi rata rezeki setiap ikrar
Dan….
Keluargamu tak lapar
Mungkin matahari kan berbalik arah
Hingga kau tak berulah
Dan bulir-bulir kasih tak resah
Menghirup udara demi tujuan searah
Lhokseumawe, 27 Agustus 2010
Senin, 09 Agustus 2010
Kiwi
Selandia Baru melukis asli
jati diri 45 senti
ekor, sayap hengkang
tak kuasa jiwa melayang
abu-abu jelma di hati
coklat juga ikut disayang
buat jadi riang
Siang merentang makna
lenyaplah bayang dari jiwa
penciuman tajam menghujam
meski jauh malam
cacing, serangga disikat
jadilah kenyang mengikat
Si jantan tak bloon
gali lubang bawah pohon
telur punya betina
jantan mengeraminya
75 hari lama melukis raya
kiwi nama si coklat
pukupuku nama si abu-abu
kahu kiwi jas bulu kiwi
yang dikenal lagi dihargai
dirajut pada kain rami
Lhokseumawe, 6 Agust 2010
09.50
jati diri 45 senti
ekor, sayap hengkang
tak kuasa jiwa melayang
abu-abu jelma di hati
coklat juga ikut disayang
buat jadi riang
Siang merentang makna
lenyaplah bayang dari jiwa
penciuman tajam menghujam
meski jauh malam
cacing, serangga disikat
jadilah kenyang mengikat
Si jantan tak bloon
gali lubang bawah pohon
telur punya betina
jantan mengeraminya
75 hari lama melukis raya
kiwi nama si coklat
pukupuku nama si abu-abu
kahu kiwi jas bulu kiwi
yang dikenal lagi dihargai
dirajut pada kain rami
Lhokseumawe, 6 Agust 2010
09.50
Minggu, 08 Agustus 2010
Bersuka Ria
Riang sukma mengukir rasa
membuai-buai
mengajak dansa
cipta pesona
buat kita
bersuka-suka
di sini
bukan di sana
dalam jiwaku sendiri
hari ini
lebih indah membalut jiwa
karena doa diterima-Nya
buah hatiku bahagia
telah wisuda
telah berkarya
membungakan jiwa
dan
masa tua telah terbuka
bercahaya suka ria
Lhokseumawe, 9 Agustus 2010
10.30
membuai-buai
mengajak dansa
cipta pesona
buat kita
bersuka-suka
di sini
bukan di sana
dalam jiwaku sendiri
hari ini
lebih indah membalut jiwa
karena doa diterima-Nya
buah hatiku bahagia
telah wisuda
telah berkarya
membungakan jiwa
dan
masa tua telah terbuka
bercahaya suka ria
Lhokseumawe, 9 Agustus 2010
10.30
Selasa, 03 Agustus 2010
Sungaiku Sungaimu
Meliuk air menghempas karang
tebing teriak riang merentang
rumput-rumput hijau bernyanyi
jelmakan hati berpuas diri
Beningnya meresap dalam raga
lumut menghias tepi kali
dan ikan melonjak rasa
membagi rasa buat manusia
Sungai.........
sungai.........
membuai-buai dalam angan
jernih bening....
jernih bening....
lenyapkan duka lenyapkan pening
jadikan kasih jadi idaman
maknai hidup ciptaan Tuhan
Lhokseumawe, 4 Agustus 2010
10.45
tebing teriak riang merentang
rumput-rumput hijau bernyanyi
jelmakan hati berpuas diri
Beningnya meresap dalam raga
lumut menghias tepi kali
dan ikan melonjak rasa
membagi rasa buat manusia
Sungai.........
sungai.........
membuai-buai dalam angan
jernih bening....
jernih bening....
lenyapkan duka lenyapkan pening
jadikan kasih jadi idaman
maknai hidup ciptaan Tuhan
Lhokseumawe, 4 Agustus 2010
10.45
Sabtu, 31 Juli 2010
Air Wudhu’
Air wudhu’
Air nan suci
Air penyuci kalbu
Air nikmat di mata Illahi
Air wudhu’
Lebih suci dari air mandi
Lebih bersih hilangkan nafsu
Air sembahyang penyuci diri
Air wudhu’
Rajanya segala air
Yang melukis tiap waktu
Tuk hapus dosa dikala zikir
Air wudhu’
Air bersih, jernih lagi suci
Air nikmat yang dibawa sampai mati
Sampai kini
Tak kuasa ditandingi
Lhokseumawe, 24 Maret 2010
07.30
Air nan suci
Air penyuci kalbu
Air nikmat di mata Illahi
Air wudhu’
Lebih suci dari air mandi
Lebih bersih hilangkan nafsu
Air sembahyang penyuci diri
Air wudhu’
Rajanya segala air
Yang melukis tiap waktu
Tuk hapus dosa dikala zikir
Air wudhu’
Air bersih, jernih lagi suci
Air nikmat yang dibawa sampai mati
Sampai kini
Tak kuasa ditandingi
Lhokseumawe, 24 Maret 2010
07.30
Senin, 19 Juli 2010
Terang Bulan
Mentari itu lenyap ditelan senja
senja-senja lesu tiada tenaga
saksi-saksi jua yang menganga
rindunya diri ditelan masa
Senja-senja lesu tiada tenang dirayu
mekar tiada ranting di situ
daun-daun gugur tersapu
tertegun diri lihat itu pintaku
Mari menari
mari menyanyi
temani aku yang sendiri
si terang bulan minggu ini
Bulan......bulan.......... si merah jambu
putih-putih si melati
purnama raya di ambang pintu
‘tuk mereka yang sendiri
Saksi-saksi jua yang menganga
berteman daun beralas tikar
betapa senang hati beta
lihat si bulan yang lagi mekar
Bulan........bulan......... datanglah ke sini
wijayakusuma teman sehati
harum si mekar hingga kini
hati terjaga sampai pagi
Lhokseumawe, Jan 1986
senja-senja lesu tiada tenaga
saksi-saksi jua yang menganga
rindunya diri ditelan masa
Senja-senja lesu tiada tenang dirayu
mekar tiada ranting di situ
daun-daun gugur tersapu
tertegun diri lihat itu pintaku
Mari menari
mari menyanyi
temani aku yang sendiri
si terang bulan minggu ini
Bulan......bulan.......... si merah jambu
putih-putih si melati
purnama raya di ambang pintu
‘tuk mereka yang sendiri
Saksi-saksi jua yang menganga
berteman daun beralas tikar
betapa senang hati beta
lihat si bulan yang lagi mekar
Bulan........bulan......... datanglah ke sini
wijayakusuma teman sehati
harum si mekar hingga kini
hati terjaga sampai pagi
Lhokseumawe, Jan 1986
Jumat, 16 Juli 2010
SMP Negeri 6 Lhokseumawe Gelar MOSBA
.jpg)
Tahun ajaran baru bagi siswa merupakan hal yang amat dinanti-nantikan, karena mereka akan mengawali kegiatan sekolah dengan nuansa serba baru, baik guru, teman, dan lingkungan yang baru. Untuk menyemangati siswa baru agar betah dalam belajar, SMP Negeri 6 Lhokseumawe melaksanakan Masa Orientasi Siswa Baru (MOSBA) di lapangan sekolah tersebut selama tiga hari 12-14 Juli 2010.
Kepala SMP Negeri 6 Lhokseumawe Rohana, S.Pd, M.Pd. mengatakan kepada haba Rakyat bahwa kegiatan MOSBA dilaksanakan untuk mengenalkan lingkungan sekolah SMP Negeri 6 agar siswa baru mengetahui lebih dalam keadaan sekolah barunya, bagaimana proses pembelajaran dilaksanakan. Mereka juga dikenalkan bahwa tiap pagi para siswa diupayakan menyapa gurunya dengan bahasa Arab atau Inggris yang menjadi muatan local sekolah tersebut.
Menurut Waka Kesiswaan Ilhamuddin Ginting, S.Pd kegiatan MOSBA ini diisi materi antara lain baca Al Quran, kreasi seni, keorganisasian, paskibra, wiyata mandala, kebijakan dan tata tertib sekolah, olah raga gembira, dan bakti sosial di lingkungan sekitar sekolah. Semua dilakukan dengan harapan tercipta kedisiplinan, tanggung jawab, dan kejujuran setiap siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah sebagaimana yang tertulis pada tujuh budi keutamaan kesiswaan SMP Negeri LHokseumawe.
Dalam kegiatan MOSBA tersebut siswa tampak gembira dan bersuka ria dengan tanpa malu melakonkan apa yang diminta oleh para guru Pembina. Siswa kerap tersenyum menyaksikan teman yang bergaya layaknya bintang lagu sungguhan. Selamat datang siswa baru, selamat berkarya di SMP Negeri 6 dengan mengukir berbagai prestasi yang membanggakan.
Jumat, 09 Juli 2010
"SMP SWASTA YAPENA LULUS 100% DENGAN KLASIFIKASI A"
Sesuai dengan pengumuman kelulusan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan pada Jumat (7/5), Kepala Sekolah SMP Swasta Yapena Mukhlisuddin, M.Pd mengatakan bahwa siswa SMP Swasta Yapena yang dipimpinnya berhasil dalam ujian nasional tahun 2010 dengan lulus 100%.
Kepala sekolah tersebut dengan penuh kegembiraan dan berkaca-kaca mengatakan bahwa kelulusan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin, hal ini tidak lepas dari kerja keras semua guru di sekolah, baik guru mata pelajaran, guru bimbingan konseling, dan berkat adanya les tambahan di sekolah yang dilaksanakan sore hari sejak awal semester genab yang lalu, ditambah dengan beberapa kali ujian try out, yang ternyata hasil yang didapat pun memang menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Untuk tahun ini saja, lanjutnya, siswa SMP Yapena memperoleh jumlah nilai tertinggi 38,80 untuk empat mata pelajaran atas nama Zahratul Amanah, di antaranya tiga mata pelajaran yaitu Bahasa Inggris, Matematika, IPA mendapat nilai penuh 10, dan Bahasa Indonesia 8,80.
Yang lebih membanggakan lagi, dari 139 siswa yang terdiri 62 laki-laki dan 77 putri ini, 12 orang siswa mendapat nilai 10 untuk pelajaran Bahasa Inggris, 3 orang untuk pelajaran matematika 10, dan 3 orang lagi pelajaran IPA juga 10.
Selain itu, nilai rata-rata keempat pelajaran sangat memuaskan dengan klasifikasi nilai A semuanya. Rata-rata Bahasa Indonesia 8.32, Bahasa Inggris 9.19 Matematika 8.27, dan IPA 8.85. Sementara itu, prestasi sekolah jumlah rata-rata yang dicapai adalah 34,63.
Dari hasil monitoring sementara, jumlah nilai tertinggi diraih: 1. Zahratul Amanah 38.80, 2. Vina Mawaddah 38.65, 3. Syarifah Fazrina 38.50, 4. Marwan Muansher 38.50. dan untuk nilai tertinggi per mata pelajaran: Bahasa Indonesia 9.60, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA adalah 10.
Suatu prestasi yang patut diacungi jempol buat SMP Swasta Yapena yang telah mengukir prestasi demikian tinggi. Kiranya hasil ini perlu mendapatkan apresiasi dari semua pihak. Karena sebagai sekolah ideal dengan tingkat kemampuan siswa yang bervariasi, mereka berhasil menjungkirbalikkan sekolah unggulan. Selamat.....!!!
Kepala sekolah tersebut dengan penuh kegembiraan dan berkaca-kaca mengatakan bahwa kelulusan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin, hal ini tidak lepas dari kerja keras semua guru di sekolah, baik guru mata pelajaran, guru bimbingan konseling, dan berkat adanya les tambahan di sekolah yang dilaksanakan sore hari sejak awal semester genab yang lalu, ditambah dengan beberapa kali ujian try out, yang ternyata hasil yang didapat pun memang menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Untuk tahun ini saja, lanjutnya, siswa SMP Yapena memperoleh jumlah nilai tertinggi 38,80 untuk empat mata pelajaran atas nama Zahratul Amanah, di antaranya tiga mata pelajaran yaitu Bahasa Inggris, Matematika, IPA mendapat nilai penuh 10, dan Bahasa Indonesia 8,80.
Yang lebih membanggakan lagi, dari 139 siswa yang terdiri 62 laki-laki dan 77 putri ini, 12 orang siswa mendapat nilai 10 untuk pelajaran Bahasa Inggris, 3 orang untuk pelajaran matematika 10, dan 3 orang lagi pelajaran IPA juga 10.
Selain itu, nilai rata-rata keempat pelajaran sangat memuaskan dengan klasifikasi nilai A semuanya. Rata-rata Bahasa Indonesia 8.32, Bahasa Inggris 9.19 Matematika 8.27, dan IPA 8.85. Sementara itu, prestasi sekolah jumlah rata-rata yang dicapai adalah 34,63.
Dari hasil monitoring sementara, jumlah nilai tertinggi diraih: 1. Zahratul Amanah 38.80, 2. Vina Mawaddah 38.65, 3. Syarifah Fazrina 38.50, 4. Marwan Muansher 38.50. dan untuk nilai tertinggi per mata pelajaran: Bahasa Indonesia 9.60, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA adalah 10.
Suatu prestasi yang patut diacungi jempol buat SMP Swasta Yapena yang telah mengukir prestasi demikian tinggi. Kiranya hasil ini perlu mendapatkan apresiasi dari semua pihak. Karena sebagai sekolah ideal dengan tingkat kemampuan siswa yang bervariasi, mereka berhasil menjungkirbalikkan sekolah unggulan. Selamat.....!!!
Kamis, 08 Juli 2010
Putri Langkat
Kasih, di mana ada jejakmu kini
tak tertangkap lagi dengan mataku
hanya bayangmu menjelma dalam tidurku
terpaku diam
aku tak mengerti
aku tak melihat wajahmu
hanya kenangan menyatu
dalam kalbu
pelepas rindu masa lalu
Kasih, bulir-bulir cinta yang kausemai
kini tumbuh bersemi dalam ragaku
yang tak pernah luntur termakan waktu
masih tersedia bagimu
merapat ke dermaga
untuk kita berbagi rasa
Kasih, masih ingatkah padaku
saat belaian mesra
mampir di dada pagi hari ?
Kasih, sentuhan lembut jemarimu
meresap dalam-dalam
sampai kini
sentuhan itu terasa membakar jiwa
Oh, Putri Langkat
kasih pujaan hati
berilah kabar padaku
yang terbalut rindu dendam
buat nahkoda capai tujuan
hari ini
sebelum magrib menutupi padang ilalang
Agust 90
tak tertangkap lagi dengan mataku
hanya bayangmu menjelma dalam tidurku
terpaku diam
aku tak mengerti
aku tak melihat wajahmu
hanya kenangan menyatu
dalam kalbu
pelepas rindu masa lalu
Kasih, bulir-bulir cinta yang kausemai
kini tumbuh bersemi dalam ragaku
yang tak pernah luntur termakan waktu
masih tersedia bagimu
merapat ke dermaga
untuk kita berbagi rasa
Kasih, masih ingatkah padaku
saat belaian mesra
mampir di dada pagi hari ?
Kasih, sentuhan lembut jemarimu
meresap dalam-dalam
sampai kini
sentuhan itu terasa membakar jiwa
Oh, Putri Langkat
kasih pujaan hati
berilah kabar padaku
yang terbalut rindu dendam
buat nahkoda capai tujuan
hari ini
sebelum magrib menutupi padang ilalang
Agust 90
"Mulut"
lut………….
lut…………
lut................
mulut......mulut........
mulutmu mulutku mulut kita
sama
sama bentuk
ada beda yang menggerogoti jiwa
lut........
lut........
mulut
ada duka cerita
ada canda mengikat rasa
ada lara
ada tawa bergelimang bahagia
ada manis pemilik harta
ada asam penyakit hati
ada.........ada...............
semua miliknya
termasuk ada-ada saja
Batuphat,28 November 1995
lut…………
lut................
mulut......mulut........
mulutmu mulutku mulut kita
sama
sama bentuk
ada beda yang menggerogoti jiwa
lut........
lut........
mulut
ada duka cerita
ada canda mengikat rasa
ada lara
ada tawa bergelimang bahagia
ada manis pemilik harta
ada asam penyakit hati
ada.........ada...............
semua miliknya
termasuk ada-ada saja
Batuphat,28 November 1995
Rabu, 07 Juli 2010
Kanguru
Dulu………..
Guruku kisahkan kamu
Kisahmu sangat baru
Buatku tertarik padamu
Oh……. Kanguru
Engkau sungguh lucu
Tinggal di Australia
Jauh dari negaraku Indonesia
Aku tahu engkau hebat
Tulang belakangmu kuat
Ekormu juga kuat
Penjaga keseimbangan waktu melompat
Bersaudara Kuskus, Koala, dan Mombat
Kanguru………..
Rupamu tidak seram
Meskipun hari larut malam
Kanguru kecil 500 gram
Si raksasa merah 90 kilogram
Tinggimu bisa melejit
2 meter menjulang langit
Lambungmu besar nian
4 bilik terlukiskan
Ubah selulosa jadi zat makanan
Engkau pemakan tumbuhan
Bagai pemamah beneran
Kanguru………….
Makin hari kagumku menjadi
Kulihat di televisi
Tungkaimu panjang sekali
Miliki empat jari
Jari dua, tiga, mungil sekali
Cepat lari dengan dua kaki
Yang aneh lagi………
Setelah hamil 29-38 hari
Anak lahir buta tanpa bulu
0,817 gram bayimu
Sebulan usia 12 kali berat lahirnya
Hari berlalu tanpa ampun
Engkau tumbuh tak lagi rabun
Jiwa selamat penuh ampun
Berakhir usia 20 tahun
Kanguru……..
Engkau disuka adikku
Engkau sayang selalu
Micropopidae keluargamu
Yang ramah tiap waktu
Kanguru
Kanguru
Kanguru
Kanguru ……….engkau kebangganku…!!!
Binjai, 7 Juli 1980
12.00
Guruku kisahkan kamu
Kisahmu sangat baru
Buatku tertarik padamu
Oh……. Kanguru
Engkau sungguh lucu
Tinggal di Australia
Jauh dari negaraku Indonesia
Aku tahu engkau hebat
Tulang belakangmu kuat
Ekormu juga kuat
Penjaga keseimbangan waktu melompat
Bersaudara Kuskus, Koala, dan Mombat
Kanguru………..
Rupamu tidak seram
Meskipun hari larut malam
Kanguru kecil 500 gram
Si raksasa merah 90 kilogram
Tinggimu bisa melejit
2 meter menjulang langit
Lambungmu besar nian
4 bilik terlukiskan
Ubah selulosa jadi zat makanan
Engkau pemakan tumbuhan
Bagai pemamah beneran
Kanguru………….
Makin hari kagumku menjadi
Kulihat di televisi
Tungkaimu panjang sekali
Miliki empat jari
Jari dua, tiga, mungil sekali
Cepat lari dengan dua kaki
Yang aneh lagi………
Setelah hamil 29-38 hari
Anak lahir buta tanpa bulu
0,817 gram bayimu
Sebulan usia 12 kali berat lahirnya
Hari berlalu tanpa ampun
Engkau tumbuh tak lagi rabun
Jiwa selamat penuh ampun
Berakhir usia 20 tahun
Kanguru……..
Engkau disuka adikku
Engkau sayang selalu
Micropopidae keluargamu
Yang ramah tiap waktu
Kanguru
Kanguru
Kanguru
Kanguru ……….engkau kebangganku…!!!
Binjai, 7 Juli 1980
12.00
Minggu, 04 Juli 2010
Siapa Pemimpin Itu....?
Judul tulisan ini membutuhkan jawaban dari kita sendiri. So, pasti kita semua tahu siapa yang dikatakan pemimpin. Apalagi bagi orang yang telah mengenyam yang namanya dunia pendidikan. Semua akan menjawab persis sama dengan yang ada dalam kamus bahasa Indonesia, pemimpin adalah orang yang memimpin. Apakah ia memimpin perusahaan, lembaga, atau pun kelompok di sekitarnya. Namun, sadarkah kita siapakah sebenarnya pemimpin yang benar-benar memimpin? Jawabannya terpulang pada kita masing-masing dan semoga tulisan ini bisa memberi pencerah hati siapa sesungguhnya pemimpin yang dicintai Allah dan masyarakat sekelilingnya.
Sosok pemimpin dimulai dari lingkup terkecil. Adalah kita seorang pemimpin untuk diri kita sendiri. Manakala orang telah mampu mengendalikan dirinya untuk mengisi kehidupan yang sesungguhnya, kuasa menghidupkan jiwanya ke jalan yang benar, bisa menyikapi segala macam persoalan dengan hati tanpa tergesa, bisa menjadi panutan untuk diri dan keluarganya, ia adalah sosok pemimpin yang dicari.
Karakter seorang pemimpin yang seperti itu muncul dengan sendirinya, bukan dibuat-buat, bukan pula hasil rekayasa, tetapi hasil dari penghambaan diri kepada Tuhannya. Karena dekat dengan Tuhannya, maka seseorang itu diberikan hidayah untuk menjadi seorang pemimpin, mulai dari lingkungan terdekat hingga lingkungan yang lebih luas. Dipilihnya seseorang menjadi pemimpin karena dalam kesehariannya orang itu memang telah benar-benar menunjukkan jati dirinya menjadi pemimpin, bukan pula karena dia ingin jadi pemimpin, bukan juga karena menyodorkan diri untuk dipilih menjadi pemimpin, bukan. Sebab, menjadi pemimpin itu sudah menjadi suratan dari Tuhan, karena Tuhanlah yang telah menentukannya.
Pemimpin sebenarnya merupakan orang pilihan, orang yang mampu mengendalikan keadaan, yang mampu menciptakan suasana menyenangkan dalam segala situasi di mana pun dan kapan pun. Pemimpin yang bisa membawa perubahan dari waktu ke waktu dengan menerapkan langkah kebijakan yang dapat diterima oleh siapa saja, yang mau menerima masukan dari bawahan, yang menerapkan hidup tidak membedakan mana bawah dan atasan, yang bisa masuk ke segala sisi kehidupan, yang memberikan kepercayaan penuh pada bawannya untuk melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, yang memberikan teladan bagi bawahan dari segala sikap prilaku dan bicaranya sehingga orang-orang merasakan suatu yang lebih dan mendatangkan ketentraman lahir batin. Seorang pemimpin yang benar-benar telah menerapkan nilai trilogy kepemimpinan, seperti yang telah ditorehkan oleh Ki Hajar Dewantara sebagai orang yang ing ngarso sungtulodho, ing madya mangunkarso, dan Tutwuri handayani.
Itulah pemimpin yang benar. Lantas, akankah masih ada pemimpin yang benar-benar berjiwa memimpin di zaman canggih seperti saat ini? Jawabannya tentulah ada. Tetapi tidak banyak, hanya segelintir saja, masih bisa dihitung dengan jari. Ironis sekali, namun apa hendak dikata, memang itulah yang sebenarnya terjadi saat ini.
Saat ini banyak kita temui pemimpin di dunia ini. Ragam cara dan tingkah yang ditampilkan. Namun sayang, cara yang ditempuh dan hasil yang didapat, bukanlah mencerminkan hasil dari seorang pemimpin sejati. Sosok pemimpin zaman sekarang, yang dihadirkan bukanlah pemimpin yang benar-benar bisa memimpin. Lihat sajalah dalam kenyataan hidup. Seseorang itu jadi pemimpin karena adanya sesuatu di belakangnya. Ada disebabkan karena adanya hubungan sanak saudara, ada pemimpin dipilih karena keinginan sendiri, pemimpin dari orang yang asal tunjuk saja karena di sekitarnya tidak ada lagi orang yang berani menjadi pemimpin, bahkan ada pula orang yang jadi pemimpin diangkat berdasarkan pengetahuan saja, karena ia sudah sarjana, tetapi tidak dilihat kapasitas dirinya apakah punya jiwa pemimpin atau tidak.
Gambaran keadaan tersebut jelas menunjukkan bahwa sebenarnya menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah, cukup berat dan sulit. Berat beban yang dipikulnya itu bisa jadi melebihi berat tubuhnya sendiri. Karena, di dalam diri seorang pemimpin banyak hal yang harus dikendalikannya dan diterjemahkan dalam kehidupan nyata.
Seorang pemimpin yang memang benar berjiwa pemimpin adalah orang yang jujur, jujur tidak hanya kepada orang lain, tetapi juga pada diri sendiri dan pada Allah yang memberinya jalan, luwes, bijak, teguh, konsekuen, pendiriannya tetap dan tak berubah, asalkan sesuai dengan kata hatinya. Tentu saja yang diucapkannya itu telah pula dilakukannya terlebih dahulu. Yang diucapkan sesuai dengan perbuatannya sendiri. Seorang pemimpin tidak akan pernah munafik. Mereka adalah yang bisa mengayomi masyarakatnya, pelindung di kala kesulitan menjemput, penengah di kala sedang dilanda masalah, dan penemu jalan kunci menuju kebenaran.
Pemimpin yang demikian akan menyatu dengan segala lapisan masyarakat, baik kecil, tua, muda, kaya atau rakyat jelata sekalipun. Segala keputusannya merupakan keputusan yang tidak merugikan pihak manapun. Dalam mengambil kebijakan pun ia tidak sendiri, ia menarik simpati rekan-rekannya untuk terus menemukan jalan terbaik dengan berbagai masukan yang harus ditempuhnya, tetapi tetap berpijak pada keputusan terakhir berada di pundaknya. Ia tidak akan pernah menyakiti baik secara lisan atau tulisan, tidak goyah atau terpancing dengan segala macam bentuk rintangan yang menghadang perjalanan kepemimpinannya dan tidak pernah melupakan asal usulnya.
Idealnya, pemimpin itu adalah mereka yang siap membuka matanya terhadap maju mundurnya sesuatu yang dipimpinnya dan bijak menyikapi segala bentuk persoalan yang ditemui. Pemimpin siap menderita kalah dan kekalahan itu dianggapnya sebagai cambuk untuk mengubah kehidupan yang lebih baik. Dia segera menyiapkan jurus baru untuk mencapai kebahagiaan semua anggota yang dipimpinnya.
Berkenaan dengan apa yang telah dicapai dan berdaya guna bagi masyarakat sekelilingnya, pemimpin yang baik itu tidak akan pernah mengatakan sesuatu itu telah berhasil kalau tidak ditanya. Tetapi, tanpa ditanya pun pemimpin yang benar berjiwa memimpin akan selalu memperioritaskan segala yang belum berhasil untuk ditindaklanjuti dan diperbaiki dengan perencanaan yang benar-benar matang.
Meskipun kepala itu seorang pemimpin, bukan berarti ia nomor satu, yang paling hebat, bukan. Sekali lagi bukan. Ia seorang yang berada di garda terdepan, yang paling bertanggung jawab, dan menunjukkan arah yang hendak dicapai oleh sebuah kelompok yang dipimpinnya. Meskipun demikian, bukan berarti ia meremehkan segala yang disampaikan bawahnnya, tidak. Pemimpin yang baik itu menerima semua masukan demi kemajuan bersama.
Akankah kita sudah seperti itu? Bila sudah, kita adalah pemimpin yang sesuai dan dicari oleh semua lapisan masyarakat, dan kita cocok jadi pemimpin yang berjiwa memimpin.
Sosok pemimpin dimulai dari lingkup terkecil. Adalah kita seorang pemimpin untuk diri kita sendiri. Manakala orang telah mampu mengendalikan dirinya untuk mengisi kehidupan yang sesungguhnya, kuasa menghidupkan jiwanya ke jalan yang benar, bisa menyikapi segala macam persoalan dengan hati tanpa tergesa, bisa menjadi panutan untuk diri dan keluarganya, ia adalah sosok pemimpin yang dicari.
Karakter seorang pemimpin yang seperti itu muncul dengan sendirinya, bukan dibuat-buat, bukan pula hasil rekayasa, tetapi hasil dari penghambaan diri kepada Tuhannya. Karena dekat dengan Tuhannya, maka seseorang itu diberikan hidayah untuk menjadi seorang pemimpin, mulai dari lingkungan terdekat hingga lingkungan yang lebih luas. Dipilihnya seseorang menjadi pemimpin karena dalam kesehariannya orang itu memang telah benar-benar menunjukkan jati dirinya menjadi pemimpin, bukan pula karena dia ingin jadi pemimpin, bukan juga karena menyodorkan diri untuk dipilih menjadi pemimpin, bukan. Sebab, menjadi pemimpin itu sudah menjadi suratan dari Tuhan, karena Tuhanlah yang telah menentukannya.
Pemimpin sebenarnya merupakan orang pilihan, orang yang mampu mengendalikan keadaan, yang mampu menciptakan suasana menyenangkan dalam segala situasi di mana pun dan kapan pun. Pemimpin yang bisa membawa perubahan dari waktu ke waktu dengan menerapkan langkah kebijakan yang dapat diterima oleh siapa saja, yang mau menerima masukan dari bawahan, yang menerapkan hidup tidak membedakan mana bawah dan atasan, yang bisa masuk ke segala sisi kehidupan, yang memberikan kepercayaan penuh pada bawannya untuk melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, yang memberikan teladan bagi bawahan dari segala sikap prilaku dan bicaranya sehingga orang-orang merasakan suatu yang lebih dan mendatangkan ketentraman lahir batin. Seorang pemimpin yang benar-benar telah menerapkan nilai trilogy kepemimpinan, seperti yang telah ditorehkan oleh Ki Hajar Dewantara sebagai orang yang ing ngarso sungtulodho, ing madya mangunkarso, dan Tutwuri handayani.
Itulah pemimpin yang benar. Lantas, akankah masih ada pemimpin yang benar-benar berjiwa memimpin di zaman canggih seperti saat ini? Jawabannya tentulah ada. Tetapi tidak banyak, hanya segelintir saja, masih bisa dihitung dengan jari. Ironis sekali, namun apa hendak dikata, memang itulah yang sebenarnya terjadi saat ini.
Saat ini banyak kita temui pemimpin di dunia ini. Ragam cara dan tingkah yang ditampilkan. Namun sayang, cara yang ditempuh dan hasil yang didapat, bukanlah mencerminkan hasil dari seorang pemimpin sejati. Sosok pemimpin zaman sekarang, yang dihadirkan bukanlah pemimpin yang benar-benar bisa memimpin. Lihat sajalah dalam kenyataan hidup. Seseorang itu jadi pemimpin karena adanya sesuatu di belakangnya. Ada disebabkan karena adanya hubungan sanak saudara, ada pemimpin dipilih karena keinginan sendiri, pemimpin dari orang yang asal tunjuk saja karena di sekitarnya tidak ada lagi orang yang berani menjadi pemimpin, bahkan ada pula orang yang jadi pemimpin diangkat berdasarkan pengetahuan saja, karena ia sudah sarjana, tetapi tidak dilihat kapasitas dirinya apakah punya jiwa pemimpin atau tidak.
Gambaran keadaan tersebut jelas menunjukkan bahwa sebenarnya menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah, cukup berat dan sulit. Berat beban yang dipikulnya itu bisa jadi melebihi berat tubuhnya sendiri. Karena, di dalam diri seorang pemimpin banyak hal yang harus dikendalikannya dan diterjemahkan dalam kehidupan nyata.
Seorang pemimpin yang memang benar berjiwa pemimpin adalah orang yang jujur, jujur tidak hanya kepada orang lain, tetapi juga pada diri sendiri dan pada Allah yang memberinya jalan, luwes, bijak, teguh, konsekuen, pendiriannya tetap dan tak berubah, asalkan sesuai dengan kata hatinya. Tentu saja yang diucapkannya itu telah pula dilakukannya terlebih dahulu. Yang diucapkan sesuai dengan perbuatannya sendiri. Seorang pemimpin tidak akan pernah munafik. Mereka adalah yang bisa mengayomi masyarakatnya, pelindung di kala kesulitan menjemput, penengah di kala sedang dilanda masalah, dan penemu jalan kunci menuju kebenaran.
Pemimpin yang demikian akan menyatu dengan segala lapisan masyarakat, baik kecil, tua, muda, kaya atau rakyat jelata sekalipun. Segala keputusannya merupakan keputusan yang tidak merugikan pihak manapun. Dalam mengambil kebijakan pun ia tidak sendiri, ia menarik simpati rekan-rekannya untuk terus menemukan jalan terbaik dengan berbagai masukan yang harus ditempuhnya, tetapi tetap berpijak pada keputusan terakhir berada di pundaknya. Ia tidak akan pernah menyakiti baik secara lisan atau tulisan, tidak goyah atau terpancing dengan segala macam bentuk rintangan yang menghadang perjalanan kepemimpinannya dan tidak pernah melupakan asal usulnya.
Idealnya, pemimpin itu adalah mereka yang siap membuka matanya terhadap maju mundurnya sesuatu yang dipimpinnya dan bijak menyikapi segala bentuk persoalan yang ditemui. Pemimpin siap menderita kalah dan kekalahan itu dianggapnya sebagai cambuk untuk mengubah kehidupan yang lebih baik. Dia segera menyiapkan jurus baru untuk mencapai kebahagiaan semua anggota yang dipimpinnya.
Berkenaan dengan apa yang telah dicapai dan berdaya guna bagi masyarakat sekelilingnya, pemimpin yang baik itu tidak akan pernah mengatakan sesuatu itu telah berhasil kalau tidak ditanya. Tetapi, tanpa ditanya pun pemimpin yang benar berjiwa memimpin akan selalu memperioritaskan segala yang belum berhasil untuk ditindaklanjuti dan diperbaiki dengan perencanaan yang benar-benar matang.
Meskipun kepala itu seorang pemimpin, bukan berarti ia nomor satu, yang paling hebat, bukan. Sekali lagi bukan. Ia seorang yang berada di garda terdepan, yang paling bertanggung jawab, dan menunjukkan arah yang hendak dicapai oleh sebuah kelompok yang dipimpinnya. Meskipun demikian, bukan berarti ia meremehkan segala yang disampaikan bawahnnya, tidak. Pemimpin yang baik itu menerima semua masukan demi kemajuan bersama.
Akankah kita sudah seperti itu? Bila sudah, kita adalah pemimpin yang sesuai dan dicari oleh semua lapisan masyarakat, dan kita cocok jadi pemimpin yang berjiwa memimpin.
Kodok
Kodok.............
Engkau ampibhi suara lantang
Engkau bertulang belakang
Keluargamu berjuta
Ada salamander, kodok, bangkong, dan apoda
Kodok........
Engkau ada sejak dulu
350 juta tahun lalu
300 speciesmu
Menghiasi alam Tuhanku
Kodok.........
Engkau berdarah dingin
Mampu sembunyi di lumpur basah
Selama itu
Engkau puasa dalam tidurmu
Kodok........
Engkau hebat menyelam
Hidup di dua alam
Selaput lender di mulutmu
Kau jadikan alat pernafasanmu
Kodok..........
Matamu tajam sekali
Bebas menembus kegelapan
Kau loncat tinggi menjulang
Musuh datang
Kau sikat tanpa kepalang
Kodok..........
Selama semi
Kau cengkerama dengan bini
Musim hujan
Kau tambah jumlah keturunan
Lhokseumawe, 19 Januari 2010
08.50
Engkau ampibhi suara lantang
Engkau bertulang belakang
Keluargamu berjuta
Ada salamander, kodok, bangkong, dan apoda
Kodok........
Engkau ada sejak dulu
350 juta tahun lalu
300 speciesmu
Menghiasi alam Tuhanku
Kodok.........
Engkau berdarah dingin
Mampu sembunyi di lumpur basah
Selama itu
Engkau puasa dalam tidurmu
Kodok........
Engkau hebat menyelam
Hidup di dua alam
Selaput lender di mulutmu
Kau jadikan alat pernafasanmu
Kodok..........
Matamu tajam sekali
Bebas menembus kegelapan
Kau loncat tinggi menjulang
Musuh datang
Kau sikat tanpa kepalang
Kodok..........
Selama semi
Kau cengkerama dengan bini
Musim hujan
Kau tambah jumlah keturunan
Lhokseumawe, 19 Januari 2010
08.50
Kecoak
Kecoak........
Engkau serangga malam
Engkau serangga purba
Yang hidup sentosa
Sejak zaman karbon dulu kala
Kulihat lagi
Tubuhmu lunak larimu cepat
Antenamu panjang sungguh memikat
Susah dikendali
Meski dekat mata ini
Sebab dikau sembunyi di celah sempit sekali
Kecoak........
Turunanmu berserak
Cukup banyak
Sekali nongol
Sepuluh duabelas yang tampak
Kecoak.........
Indah namamu
Kasihmu tulus
Engkau kerap disapa Ectobius
Kecoak...........ak ak ak ak .....
Kecoak ..........ik ik ik Ik....
Kua berlalu dalam bilikku
Dengan suara merdu
Buatku geli melulu
Kecoak........
Kau dibenci kau kadang dimaki
Oleh mereka yang tak mengenali
Dirimu yang sejati
Lhokseumawe, 22 Januari 2010
12.20
Engkau serangga malam
Engkau serangga purba
Yang hidup sentosa
Sejak zaman karbon dulu kala
Kulihat lagi
Tubuhmu lunak larimu cepat
Antenamu panjang sungguh memikat
Susah dikendali
Meski dekat mata ini
Sebab dikau sembunyi di celah sempit sekali
Kecoak........
Turunanmu berserak
Cukup banyak
Sekali nongol
Sepuluh duabelas yang tampak
Kecoak.........
Indah namamu
Kasihmu tulus
Engkau kerap disapa Ectobius
Kecoak...........ak ak ak ak .....
Kecoak ..........ik ik ik Ik....
Kua berlalu dalam bilikku
Dengan suara merdu
Buatku geli melulu
Kecoak........
Kau dibenci kau kadang dimaki
Oleh mereka yang tak mengenali
Dirimu yang sejati
Lhokseumawe, 22 Januari 2010
12.20
Kasuari
Ragamu besar
Berbidang nan kekar
Bahagia di hutan tropis
Bermandi hujan dan gerimis
Mahkotamu berhias biru merona
Seakan penuh cinta
Seakan penuh makna
Kasuari………
Tinggimu menjulang
Lebih 180 senti menjulang rentang
Hidup berpasangan
Bertelur penuh angan
3-8 butir kau keluarkan
Saat terjaga
Tegak wibawa
Hitam mengkilap melukis raga
Menambah pesona
Kasuari……..
Kasuari kelambir ganda
Hidup di timur laut Australia
Kasuari…..
Tiap hari berenang
Dengan nyanyi riang
Gedebak gedebug alunan bertalu-talu
Menghibur jiwaku di kala pilu
Lhokseumawe, 2 Desember 2009
09.35
Berbidang nan kekar
Bahagia di hutan tropis
Bermandi hujan dan gerimis
Mahkotamu berhias biru merona
Seakan penuh cinta
Seakan penuh makna
Kasuari………
Tinggimu menjulang
Lebih 180 senti menjulang rentang
Hidup berpasangan
Bertelur penuh angan
3-8 butir kau keluarkan
Saat terjaga
Tegak wibawa
Hitam mengkilap melukis raga
Menambah pesona
Kasuari……..
Kasuari kelambir ganda
Hidup di timur laut Australia
Kasuari…..
Tiap hari berenang
Dengan nyanyi riang
Gedebak gedebug alunan bertalu-talu
Menghibur jiwaku di kala pilu
Lhokseumawe, 2 Desember 2009
09.35
Ikan
Ikan........
Engkau berdarah dingin
Hidupmu di air tawar dan asin
Beribu jenis dan namamu
Dicipta Tuhanku
Untuk dimakan selalu
Bagi yang menyukaimu
Ikan......
Warnamu indah menawan
Memikat hati
Setiap insan di bumi
Ikan.........
Namamu beraneka
Dari lohan sampai ikan laga
Banyak yang suka
Dibeli dan pelihara
Sebab dirimu berharga
Lhokseumawe, 24 September 2003
Engkau berdarah dingin
Hidupmu di air tawar dan asin
Beribu jenis dan namamu
Dicipta Tuhanku
Untuk dimakan selalu
Bagi yang menyukaimu
Ikan......
Warnamu indah menawan
Memikat hati
Setiap insan di bumi
Ikan.........
Namamu beraneka
Dari lohan sampai ikan laga
Banyak yang suka
Dibeli dan pelihara
Sebab dirimu berharga
Lhokseumawe, 24 September 2003
Iguana
Iguana………
Kau kadal terbesar
Hidupmu dekat sungai besar
Kau penyelam penuh sabar
Dulu………..dulu sekali………dulu………….
Ayah cerita tentangmu
Engkau banyak diburu
Di banyak negeri
Di Mexico, Karibia, Virgin, dan Haiti
Kini……….
Engkau langka sekali
Batang hidungmu susah ditemui
Aku takut sekali
Engkau punah tak berperi
Lhokseumawe, 09 September 2008
10.20
Kau kadal terbesar
Hidupmu dekat sungai besar
Kau penyelam penuh sabar
Dulu………..dulu sekali………dulu………….
Ayah cerita tentangmu
Engkau banyak diburu
Di banyak negeri
Di Mexico, Karibia, Virgin, dan Haiti
Kini……….
Engkau langka sekali
Batang hidungmu susah ditemui
Aku takut sekali
Engkau punah tak berperi
Lhokseumawe, 09 September 2008
10.20
Cicak
Cicak…………..
Reptile bersuku kadal
Berkaki pelekat sungguh kental
Mampu lari di tepian terjal
Sungguh…………..
Engkau memang hebat
Engkau mahir merambat
Di setiap tempat
Lidah panjangmu sungguh memikat
Mengelap mata bagai sikat
Hingga mata tetap mengkilat
Bila malam kau cari makan
Bila siang kau berjemuran
Bila musuh serang bergantian
Relakan ekor jadi imbalan
Lhokseumawe, 09 September 2008
11.10
Reptile bersuku kadal
Berkaki pelekat sungguh kental
Mampu lari di tepian terjal
Sungguh…………..
Engkau memang hebat
Engkau mahir merambat
Di setiap tempat
Lidah panjangmu sungguh memikat
Mengelap mata bagai sikat
Hingga mata tetap mengkilat
Bila malam kau cari makan
Bila siang kau berjemuran
Bila musuh serang bergantian
Relakan ekor jadi imbalan
Lhokseumawe, 09 September 2008
11.10
Burung Unta
Burung unta…..
Tungkaimu panjang nan kuat
Lehermu panjang bagai tongkat
Matamu tajam nan memikat
Beribu keluargamu
Berpindah tempat hidupmu
Kau mampu bertahan
Tanpa air bantuan
Dapat mencium bau hewan
Hidup di Afrika hingga Australia selatan
Burung unta……….
Berjuta jiwa di Tanzania
Bersama enam saudara
Pemakan segala rupa
Bijian, daunan, juga bunga
Suatu siang……
Kau bercanda riang
Ditemani suami tersayang
Membelai kasih 5-15 turunan
Berselimut rahmat dari Tuhan
Lhokseumawe, 2 Desember 2009
09.15
Tungkaimu panjang nan kuat
Lehermu panjang bagai tongkat
Matamu tajam nan memikat
Beribu keluargamu
Berpindah tempat hidupmu
Kau mampu bertahan
Tanpa air bantuan
Dapat mencium bau hewan
Hidup di Afrika hingga Australia selatan
Burung unta……….
Berjuta jiwa di Tanzania
Bersama enam saudara
Pemakan segala rupa
Bijian, daunan, juga bunga
Suatu siang……
Kau bercanda riang
Ditemani suami tersayang
Membelai kasih 5-15 turunan
Berselimut rahmat dari Tuhan
Lhokseumawe, 2 Desember 2009
09.15
Langganan:
Postingan (Atom)